Melalui Bimtek Sekolah Ramah Anak, MTsN 2 Aceh Besar Wujudkan Sekolah Bersih Melayani

Aceh Besar (15/10/2021)__MTsN 2 Aceh Besar mengadakan Kegiatan Bimbingan Teknis Sekolah Ramah Anak (SRA) pada tanggal 14 Oktober 2021, di Aula Terpadu Madrasah Tungkop.

Acara yang dibuka secara resmi Oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Aceh Besar, H. Abrar Zym, S. Ag. MH itu dihadiri oleh puluhan orang peserta yang merupakan guru dan tenaga kependidikan MTsN 2 Aceh Besar dan tamu undangan dari madrasah sekitar.

Narasumber dalam kegiatan tersebut yaitu Ketua Asosiasi Bimbingan Konseling Indonesia (ABKIN) Provinsi Aceh, Hetti Zuliani, MPd Cht CI, dan Mantan Direktur Koalisi Advokasi dan Pemantau Hak Anak (KAPHA) Aceh, Taufiq Riswan MPH

Hetti Zuliani dalam paparannya mengatakan pentingnya pemenuhan hak anak di institusi Pendidikan, disamping menjalani rutinitas belajar mengajar seorang anak juga perlu mendapatkan bimbingan dan pendampingan dari guru supaya saraf psikomotoriknya dapat berkembang dengan maksimal.

Kenapa harus ramah anak? Sesuai dengan Konvensi Hak Anak tahun 1989 dan telah dirativikasi oleh Pemerintah RI melalui Perpres No. 36 tahun 1990, anak merupakan pondasi menjadi lebih baik untuk negara dan bangsa, ujar Hetti yang juga tenaga pengajar di Prodi Bimbingan Konseling FKIP Unsyiah.

Sementara Taufiq Riswan dalam paparan terpisah mengatakan, berdasarkan UU No 23 tahun 2002 bahwa yang dikatakan anak adalah anak yang masih berusia 0 tahun yang masih dalam kandungan sampai umur 18 tahun kurang satu hari, sedangkan syarat terbentuknya Sekolah Ramah Anak adalah, guru dan elemen gurunya telah mendapatkan bimtek SRA.

“SRA intinya merupakan satuan pendidik baik formal maupun informal yang menyelenggarakan pendidikan memenuhi unsur pemenuhan hak anak, tidak ada diskriminasi, tumbuh dan berkembang sesuai usianya, anti/non terhadap kekerasan,” tambahnya.

Kepala MTsN 2 Aceh Besar, Sudirman M SAg dalam sambutannya mengatakan, madrasah komplek terpadu Tungkop yang terdiri dari MTsN 2 Aceh Besar, MAN 4 Aceh Besar, MIN 20 Aceh Besar dan RA Taqrimah pada tahun 2020 sudah melakukan deklarasi sebagai sekolah ramah anak, hal itu dilakukan atas kesadaran para guru dan tenaga kependidikan mengingat tidak ada kasus pelanggaran hak anak yang terjadi di komplek terpadu khususnya MTsN 2 Aceh Besar.

Beliau juga mengatakan kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari pelatihan Sekolah Ramah Anak yang diikuti oleh guru MTsN 2 Aceh Besar di Aula Kantor Camat Sibreh beberapa waktu lalu seraya mengajak para guru dan staf untuk meciptakan iklim yang kondusif di Madrasah yang kita cintai.

“mari kita wujudkan program Sekolah Ramah Anak menjadi lebih baik, insya Allah madrasah kita menjadi pilot project penerapan SRA di Aceh Besar dan Provinsi Aceh”, ajak beliau.

Kepala dan Guru MTsN 2 Aceh Besar foto bersama Narasumber SRA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: