Sambut Tahun Ajaran Baru, MTsN 2 Aceh Besar Gelar Workshop Pengembangan Kurikulum

Aceh Besar (15/06/2021) – Memasuki tahun Ajaran baru 2021/2022 MTsN 2 Aceh Besar atau MTsN Tungkop selenggarakan Kegiatan Workshop Pengembangan Kurikulum bagi guru. Kegiatan yang digelar selama 2 hari, Selasa dan Rabu tanggal 15-16 Juni 2021 diharapkan dapat mendukung kesuksesan kegiatan pendidikan dan pembelajaran di tahun ajaran mendatang.

Kegiatan berlangsung di “teacher room” madrasah dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan dihadiri dibuka langsung oleh Kepala MTsN 2 Aceh Besar, Sudirman M Sag, dengan mengundang narasumber yaitu Kasi Tenaga Kependidikan Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Aceh, Mariani MPd, anggota Pokjawas Kankemenag Aceh Besar, Darwati S.Ag MA dan Rosyidah Lubis MPd.

Mariani dalam paparannnya mengatakan kegiatan ini sebagai bentuk sarana menyalurkan evaluasi serta supervisi terhadap apa yang telah dilakukan di madrasah dalam melaksanakan kurikulum termasuk menjadi masukan untuk Kementerian Agama dalam upaya meningkatkan pendidikan kedepan, disamping juga sebagai momentum agar MTsN 2 Aceh Besar berhasil menjadi sekolah unggulan bukan hanya di tingkat Provinsi namun tingkat Nasional.

“Kegiatan pengembangan kurikulum ini sangat penting untuk membantu guru, pengawas dan kepala madrasah dalam pengembangan kurikulum, seperti muatan lokal atau program-program unggulan lainnya seperti diatur dalam KMA 184 tahun 2019”, pungkasnya.

Anggota Pokjawas Kankemenag Aceh Besar, Rosyidah Lubis meminta para guru di MTsN Tungkop agar terus menggali potensi diri dan anak didiknya, hal ini sangat penting mengingat perkembangan ilmu yang begitu cepat, beliau juga berharap para guru mampu menciptakan inovasi-inovasi penting agar peserta didik lebih bersemangat

“Jangan nyaman dengan kondisi saat ini, siswa kita saat ini adalah asset bangsa di masa yang akan datang”, tegas beliau.

Senada dengan di atas, Kepala MTsN 2 Aceh Besar dalam sambutannya juga meminta para guru supaya aktif mengikuti lomba dan kegiatan pengembangan diri lainnya, bahkan mendorong siswa-siswa unggulan terlibat aktif pada setiap lomba yang diselenggarakan, baik offline maupun online, dengan demikian label Madrasah Unggulan bukan isapan jempol semata, harap Sudirman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: