
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Kabupaten Aceh Besar, H. Saifuddin, S.E., menegaskan pentingnya penguatan akhlakul karimah dalam setiap kegiatan pelatihan yang melibatkan siswa madrasah. Menurutnya, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi harus berjalan seiring dengan pembentukan karakter dan akhlak mulia.
Pesan tersebut disampaikan Saifuddin saat membuka kegiatan Latihan Kepemimpinan Dasar (LKD) siswa MTsN 2 Aceh Besar di Aula Madrasah Terpadu Tungkop, Rabu 28 Oktober 2026.
Kegiatan yang mengusung tema “Menyiapkan Pemimpin Muda yang Tangguh, Kolaboratif, dan Adaptif di Era Digital” ini diikuti siswa yang tergabung dalam Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM), Paskibra, Palang Merah Remaja (PMR), jurnalistik, serta para ketua kelas.
Dalam sambutannya, Saifuddin mengingatkan bahwa pendidikan madrasah tidak cukup hanya menghasilkan siswa yang unggul dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga harus membentuk pribadi yang berakhlak mulia.
“Rasulullah diutus untuk menyempurnakan akhlak. Karena itu, akhlak harus menjadi prioritas. Kita tidak ingin anak-anak madrasah hanya pandai dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi tidak memiliki akhlak yang baik,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kecerdasan intelektual tanpa landasan moral dapat mendorong seseorang menyalahgunakan ilmu yang dimilikinya. Sebagai contoh, ia menyinggung kasus seorang anak di Pidie yang diduga meracik sabu-sabu. Menurutnya, kemampuan keilmuan semestinya diarahkan untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat, bukan digunakan untuk tindakan yang merugikan.
“Karena itu, setiap kegiatan apa pun yang melibatkan siswa madrasah harus dapat memasukkan penguatan akhlakul karimah sebagai bagian dari materi pembelajaran,” tegas Saifuddin.
LKD sebagai Bekal Kepemimpinan Siswa
Selain menekankan pembentukan akhlak, Saifuddin berharap kegiatan LKD dapat menjadi ruang pembelajaran bagi siswa untuk mengenali dan mengembangkan potensi kepemimpinan mereka.
Ia meminta seluruh peserta mengikuti kegiatan hingga selesai dan menyimak setiap materi yang disampaikan para instruktur.
Menurutnya, pengalaman dan pengetahuan yang dibagikan para pemateri dapat menjadi bekal bagi siswa dalam menghadapi tantangan masa depan, mengambil keputusan, serta menentukan arah kehidupan secara tepat. “Melalui kegiatan ini, kita berharap tumbuh sosok pemimpin dalam diri setiap siswa. Ikutilah kegiatan sampai selesai karena apa yang disampaikan instruktur sangat penting. Pengalaman mereka dapat menjadi modal bagi peserta untuk menjalani dan meraih masa depan agar tidak salah arah,” katanya.
Membentuk Karakter dan Kemandirian Siswa
Sementara itu, Kepala MTsN 2 Aceh Besar, Sudirman, S.Ag., mengatakan bahwa pelaksanaan LKD bertujuan membekali siswa dengan pengetahuan dan keterampilan kepemimpinan, manajemen organisasi, serta perencanaan program kerja.
Namun, ia menegaskan bahwa tujuan utama kegiatan tersebut bukan semata-mata meningkatkan kemampuan berorganisasi, melainkan juga membentuk karakter dan jiwa kepemimpinan yang baik.
“Kita berharap siswa mampu bergerak bersama untuk memajukan madrasah. Dengan keterampilan yang kreatif dan aktif, siswa diharapkan terlibat dalam berbagai kegiatan madrasah,” ujar Sudirman.
Ia menambahkan, LKD menjadi bekal bagi siswa untuk mengembangkan kreativitas, menghasilkan karya, serta membangun kemandirian dalam menjalankan organisasi.
Melalui materi dan praktik yang diberikan, siswa yang tergabung dalam OSIM maupun organisasi lainnya diharapkan mampu menyusun program kerja, melaksanakan kegiatan secara terarah, dan berkolaborasi dengan para pembina.
“Ini menjadi bekal bagi siswa untuk berkreasi dan berkarya di madrasah. Dengan ilmu dan praktik yang diperoleh selama pelatihan, siswa diharapkan mampu bekerja secara mandiri, memiliki arah gerak yang jelas, serta berkontribusi bersama para pembina untuk kemajuan madrasah,” tuturnya.
Pembukaan kegiatan LKD tersebut turut dihadiri Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Aceh Besar Suryadi, M.Pd., Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam Muhammad, S.Pd., Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemenag Aceh Besar Ny. H. Yasmaidar, S.E., wakil kepala madrasah bidang kesiswaan, pembina OSIM, dewan guru, serta para pemateri. Melalui kegiatan ini, MTsN 2 Aceh Besar diharapkan mampu melahirkan generasi pemimpin muda yang tidak hanya terampil berorganisasi dan adaptif terhadap perkembangan teknologi, tetapi juga menjunjung tinggi akhlakul karimah dalam kehidupan sehari-hari.
Beri Komentar